headerrev

Mesuji – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Budi Yuhanda melaksanakan sosialisasi perda (Sosper). turut pula dihadiri oleh ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elfianah dan PPL Simpang Pematang Ari Widianingsih dalam mensosialisasikan perda no 8 tahun 2019 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam di Desa Rejo Mulyo, Kec.Way Serdang, Kab.Mesuji, Minggu (10/04/2022).

Budi Yuhanda mengatakan untuk membuat kolam ikan tidak terlalu memakan tempat, bisa dibelakang rumah, dipinggir halaman yang tidak terpakai pun juga bisa dimanfaatkan untuk kolamnisasi.

“jadi untuk membuat kolam ikan ini tidak perlu lahan yang luas, kita manfaatkan yang ada, kalo tidak bisa digali bisa juga menggunakan bioflok, terpal dan sebagai nya, nah ini untuk menambah nilai ekonomis masyarakat semua nantinya.” ucapnya.

Oleh sebab itu, Budi Yuhanda berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan,dan tidak berhenti ketika sekali panen saja. Apalagi tahun ini sudah direncanakan ada pembangunan balai benih ikan air tawar yang berlokasi di mesuji hal ini sudah direstui dan sudah di sk kan dan disetujui oleh pak gubernur.

“Mesuji akan menjadi semacam sentra perikanan air tawar sehingga kita tidak perlu jauh-jauh lagi mencari bibit-bibit indukan ikan jenis apapun. Tujuan nya untuk mencover seprovinsi lampung lokasinya ada di mesuji. Yang penting ada kemauan dari bapak dan ibu sekalian, kalau tidak ada kemauan ya sulit.” tutupnya.

Lanjut Elfianah, mengingatkan kepada kepala kades dan perangkat desa untuk melakukan pergerakan dan inovasi agar kolam yang sudah lama tidak terpakai bisa dihidupkan kembali.

“Memang didesa ini warga nya banyak menjadi buruh bekerja dari pagi pulang sore. nah hal ini dibutuhkan inovasi dari kepala desa untuk mengajak masyarakat nya gotong royong dan iuran. kemudian yg punya kolam di data kembali bagaimana cara nya kolam yang terbengkalai itu hidup lagi. Sehingga kedepan nya tidak perlu lagi beli ikan dari orang luar.” pungkasnya.

Kemudian Ari Widianingsih selaku PPL Simpang Pematang menjelaskan budidaya ikan yang simpel dikarenakan ibu-ibu tidak sempat pelihara ikan dan juga kendala biaya pakan yang mahal yang ternyata bisa diakali melalui ukuran air.

“Kita bisa menggunakan budidamer (Budidaya Ikan Dalam Ember) dgn menggunakan ember wadah beras sudah bisa untuk ternak lele bisa muat hingga 50 ekor dan juga untuk kendala pakan, kemudian untuk mengatur pakan ketika pertama benih didapat ukuran air dikolam 50 cm saja, karna bibit ikan masih kecil-kecil kalau kebanyakan air nanti lama besar ikan nya. Baru ketika umur ikan sudah 1 bulan air ditambah 80 cm.” imbuhnya.

NAN

Twitter

Video

Selamat Ramadhan

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.