headerrev

 

Suarakan keluhan petani, Budi Yuhanda sosialisasikan Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 7 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Distribusi Gabah. Minggu 14 Maret 2021 Di Desa Wono Sari, Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji.

Perda ini sangat baik dan layak disosialisasikan khususnya di Kabupaten mesuji yang mayoritas petani dan memiliki persawahan dan hasil gabah yang cukup banyak.

Anggota Komisi 4 DPRD provinsi Lampung dari Fraksi NasDem ini menegaskan bahwa saat ini Lampung menjadi lumbung gabah bahkan menempati urutan ke 6 tertinggi se indonesia, artinya pertanian kita cukup maju dengan hasil gabah yang banyak dan maksimal.

Tapi hasil ini ternyata belum cukup menjadikan petani menjadi sejahtera, bahkan nilai tukar petani cenderung merosot jauh, karena hasil keuntungan yang tidak sesuai debgan harapan.

Ada banyak faktor tentu yang menjadi penyebab  diantaranya tingginya biaya angkut hasil panen, serta ketidakpastian harga yang dibeli oleh para agen tengkulak. Oleh karenanya melalui perda ini budi berharap para petani bisa bersinergis dengan pemerintah. Untuk mengatur pola pengelolaan distribusi gabah.

Gabah yang dihasilkan petani harus memiliki nilai tambah, jangan lagi menjual gabah keluar lampung, yang keluar harua dikontrol oleh pemerintah melalui manifes yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Sebagaimana yang diamnahkan oleh perda no 7 tahun 2017 tentang pebgelolaan distribusi gabah, dan juga peratuean gubernur no 71 tahun 2017 tentang pedoman teknis pelaksanaan diatribusi gabah.

NAN

Twitter

Video

Selamat Ramadhan

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.