headerrev

 

 

Wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ke Provinsi Lampung terus disuarakan oleh beberapa kalangan mulai dari aktivis akademisi, ilmuwan, para elit politisi hingga terakhir dukungan dari 8 Gubernur se sumatera yang menandatangani petisi sebagai bentuk dukungan Lampung menjadi ibukota negara.

Dalam beberapa kajian yang disampaikan ke pemerintah pusat bahwa lampung masuk dalam zonasi rencana ibu kota, mulai dari aspek geografis, sosialogis dan lainnya lampung dinilai memenuhi klasifikasi tersebut.

Sedikit berbeda pandangan, politisi Partai NasDem Budi Yuhanda menilai Lampung belum layak menjadi ibu kota negara, karena masih banyak permasalahan-permasalahan di provinsi ini yang belum terselesaikan. seperti masih banyaknya persoalan sengketa lahan yang belum selesai, penataan kota baru yang dulu pernah digagas menjadi pusat pemerintahan provinsi lampung juga masih belum terealisasi hingga saat ini, dan masih banyak persoalan lainnya, infrastruktur lampung didaerah daerah juga masih jauh dari harapan.

apa tidak malu klo lampung tiba tiba jadi ibu kota lalu ada negara sahabat berkunjung ke lampung ternyata zonk.. kan berbahaya..dari pada menghabiskan energi meminta ibu kota pindah ke lampung, lebih baik para pemimpin sesumatera menggagas kembali ide ide pemimpin masa lalu seperti pembangunan Jembatan Selat Sunda JSS, yang sebenarnya bisa saja terbangun, apa yang tidak bisa dibangun zaman sekarang, “lah wong jalan tol yang panjang aja bisa kebangun, masa jembatan yang cuma beberapa kilo tidak bisa..

paling tidak dengan terbangun jembatan itu bisa mengurangi dominasi tingginya harga pesawat, penyebrangan yang semakin mahal. ekonomi lampung pasti semakin lebih baik lagi, dan umumnya pulau sumatera juga akan terkena dampak positif. jadi itu hal yang lebih realistis daripada mengharap perpindahan ibukota negara. “Meski demikian saya tetap berdoa Lampung Bisa jadi Ibu Kota Negara”.

NAN

Twitter

Video

Selamat Ramadhan

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.