headerrev

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Saudaraku seiman, muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah subhanahuwata’la.

Saat ini kita hidup dizaman fitnah dengan segala kenikmatan dunia, mampukah kita menjadi muslim yang baik atau justru kita menjadi seorang muslim yang pecundang?

Sungguh berat apa yang dialami oleh umat muslim saat ini, bahkan semakin lama akan semakin berat karena dahsyatnya fitnah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Namun demikian islam hadir tidak hanya memberikan larangan, namun lengkap dengan solusinya, yang ketika laksanakan maka segalanya yang tampak berat akan berubah menjadi kenikmatan, ketenangan, keselamatan dan kebahagiaan, hanya terkadang kitalah yang tidak mau mengikuti petunjuk yang telah diberikan.

Pada kesempatan ini penulis ingin mencoba mengungkapkan sedikit gambaran nyata bagaimana fitnah fitnah yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

Seorang muslim dituntut untuk selalu melaksanakan kewajiban yang telah diberikan oleh Allah Subhahuwata’ala kepada manusia melalui nabi Muhammad Sholallahualaihiwassalam. seperti shalat, puasa, zakat dan seterusnya.

Sejak nabi Muhammad Sholallahualaihiwassallam diutus menjadi nabi hingga beliau wafat, tidak ada satupun jalan jalan kebaikan yang dapat menghantarkan kita menuju surga melainkan telah beliau berikan dan ajarkan kepada manusia. Sebaliknya tidak ada satupun jalan jalan keburukan yang menhantarkan kita ke dalam neraka melainkan beliau telah mewanti-wanti dan mengingatkan kepada kita semua.

Hal ini seperti yang difirmankan oleh Allah subhanahuwata’la dalam surat Al Maida ayat 3

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …”

Dalam ayat lain:

Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam.” (QS Alu Imran: 19).

Juga penegasan-Nya:

وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَ هُوَ فِي الْأخِرَةِ مِنَ الْخسِرِيْنَ

“Dan siapa yang mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Alu Imran: 85)

Yaitu, Siapa yang menempuh suatu jalan  selain yang Allah syariatkan kelak di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk perkara kami, maka ia tertolak.” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim III/103).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuliskan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:

وَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هذِهِ الْأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَ لَا نَصْرَانِيٌّ وَ مَاتَ وَ لَمْ يُؤْمِنُ بِي إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari kalangan umat ini baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar (dakwah)ku sedangkan ia wafat dalam keadaan tidak beriman kepadaku, kecuali dia termasuk penduduk neraka.” (HR Muslim dalamShahih-nya)

Hukum tertinggi umat islam adalah Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad Sholallahualaihiwassalam, semua umat muslim sepakat dan wajib hukumnya untuk mengimani keduanya.

Oleh karenanya umat muslim dalam menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh Allah subhanahuwata’la memiliki panduan yang telah diajarkan oleh rosulullah sholallahualaihiiwassalam melalui hadist hadist yang dikumpulkan oleh para sahabat dan generasi setelahnya.

Karena mustahil kita bisa memahami Alquran tanpa adanya penjelasan dari Nabi Muhammad Sholallahualaihiwassalam. Dan ketika beliau Wafat Allah subhanahuwata’la telah menjamin kecukupan dan kesempurnaan dari islam, oleh karenanya dalam hal ibadah rujukan atau master of the master atau guru yang paling utama adalah Nabi besar Muhammad Shoallhualaihiwassalam, karena beliau yang lansung menerima wahyu dari Allah Subhahuwata’la yang kemudian turun temurun melaui sahabat, para tabiin, ulama ulama hingga sampilah kepada kita.

Allah Ta’ala berfirman:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa: 59)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13)

Tak Hanya kewajiban beribadah umat muslim pun dituntut untuk menjauhi segala larangan Nya. Sekali lagi islam telah sempurna termasuk dalam urusan larangan dalam kehidupan sehari-hari.

Umat muslim dituntut untuk menjaga pandangnnya, menutup auratnya, menjaga kemaluannya, menjaga lisan nya, serta menjaga hati nya dan menhindari semua yang diharamkan.

Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, namun sayangnya umat muslim harus terpaksa menggunakan sistem hukum dan pemerintahan bukan islam. Al hasil meskipun mayoritas penduduk terbanyak, namun dalam hal keburukan dan kejahatan juga terbanyak.

Bukan karena ajaran islam yang salah, namun sekali lagi dalam tandakutip umat muslim di indonesia terpaksa menjalani hidup dengan ujian yang begitu besar sebagai dampak dari bukan hukum islam yang diterapkan, dan celakanya mayoritas umat muslim belum banyak yang memahami apa-apa yang dilarang dan bertentangan dengan hukum islam.

Sebagai contoh misalnya dalam islam jelas Allah subhanahuwata’la menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Ayat Al Quran Tentang Riba

Surat Al-Baqarah Ayat 275 – 279

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢٧٥)يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (٢٧٦)إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (٢٧٧)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ (٢٧٩)

  • orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
  • Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
  • Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
  • Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
  • Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Dalam Hadist Rosululluah pun menegaskan :

Dari  Jabir  r.a  berkata:  Rasulullah  SAW  melaknat pemakan  riba,  orang  yang  mewakili  riba,  penulis  riba,  dan  2  orang yang menjadi saksi dari transaksi riba, beliau bersabda: mereka adalah sama.

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.”

(HR. Al Hakim Dan Al Baihaqi Dalam Syu’abul Iman Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits Ini Shahih Dilihat Dari Jalur Lainnya)

dan masih banyak ayat lain serta hadist yang menegaskan diharamkan nya riba, namun apa yang terjadi di indonesia saat ini ?? praktik riba sangat subur, mendarah daging, menjalar, dan merata disemua lini kehidupan. Bahkan penulis pun menyayangkan karena baru tahu dewasa ini tentang hukum riba tersebut, yang sangat disayangkan lagi mengapa sejak dulu tidak pernah sampai pada telinga penulis atau para awam, mengapa ulama ulama yang mengaku mayoritas dinegeri ini tidak pernah membahas, berdakwah tentang bahaya riba ini???

Keadaan muslim diindonesia saat ini dikelilingi oleh riba, sebut saja perbankan, bank bank konvensional, lembaga-lembaga peminjam uang, leasing dan lainnya. Yang kesemuanya tidak diragukan lagi 100% riba. Beruntung saat ini sudah banyak lembaga yang menerapkan sistem syariah, namun tetap kita perlu waspada dan cermati apakah benar-benar bebas dari riba.

Yang tak kalah dahsyatnya lagi adalah sistem jaminan yang kita kenal dengan asuransi, baik asuransi kesehatan, jiwa apapun itu namanya, dalam islam oleh mayoritas ulama dihukumi Haram karena unsur ghoror ketidak pastian, unsur aniaya, gembling ataupun salah satu darinya.

Namun kenyataannya kita lihat asuransi pun tumbuh subur di indonesia saat ini, bahkan legalitasnya terjamin karena diatur dalam perundangan, bahkan ada beberapa regulasi undang—undang yang mewajibkan asuransi. Alhasil kita dipaksa untuk melakukan transaksi asuransi, dan akhirnya masyarakat sudah terbiasa dengan asuransi, padahal islam sangat jelas tegas melarangnya.

Belum lagi praktik suap menyuap, korupsi dan lainnya yang juga tumbuh subur dinegeri ini, bahkan hampir setiap lembaga lembaga pemerintahan akan terdapat oknum oknum yang terjebak dan terpaksa melakukannya, dan ironinya ini juga berdampak pada level level terendah sekalipun sebut saja penerimaan pegawai, pemulusan proyek, baik di lembaga pemerintah maupun swasta.

Sungguh kaum yahudi telah berhasil menancapkan anak anak panah syaiton di dunia ini, setelah berhasil menjadikan sistem perbankan, mata uang dunia dan seterusnya, ia pun berhasil menciptakan teknologi-teknologi luar biasa yang dinikmati kita saat ini, namun kebanyakan teknologi yang dihasilkan justru sesungguhnya untuk menguji umat muslim itu sendiri, karena banyak hal yang melalaikan.

Sebut saja Musik, Islam sangat mewanti-wanti tentang musik, alat-alat musik dan sejenisnya.

Hukum musik dalam islam terjadi khilaf di para ulama, ada yang mutlak mengatakan Haram, ada yang mengatakan boleh sepanjang tidak melalaikan, ada lagi yang mengatakan hanya musik religi saja yang diperbolehkan.

Firman Allah ‘Azza wa jalla,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari, no. 5590)

Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,

Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.” (HR. Hakim 4/40, Baihaqi 4/69)

Kedua hadis di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik.

Jikapun kita menganggap musik halal sepanjang tidak melalaikan, lihat bagaimana musik ada disetiap sendi kehidupan kita, sanggupkah kita untuk tidak lalai darinya? Dimana penyanyi-penyanyi wanita bermunculan, musik-musik yang membuat orang berjoget mengumbar syahwat, menjadikan seseorang larut dalam kesedihan dan seterusnya???? Bahkan musik oleh sebagian orang dijadikan untuk mencari nafkah, dengan berjoget dsb, para ulama mayoritas pun sepakat menghukumi ini Haram, serta penghasilannya pun haram. Saudaraku inilah anak panah syaitan yang sangat ampuh, mampukah kita meninggalkannya karena ALLAH????

Fitnah yang lain seperti Fitnah Media Sosial yang sedang marak saat ini, penggunaan media sosial ini hampir disemua kalangan, namun kita lihat betapa banyak penyalah gunaan media sosial yang dilakukan, pengunggahan konten konten porno, berita-berita dusta, ghibah disana sini, pengumbaran aurat dan dan dan seterusnya. Maka setiap detik kita diambang fitnah dan dosa.

Penulis tidak menyebutkan yang sudah jelas dan diketahui keharamannya seperti khamr, narkoba, judi, mengundi nasib, syirik, zina dst.. ini semua dosa besar yang sudah jelas hukumnya, namun ini pun tetap saja banyak diantara manusia yang masih melakukannya.

Ini hanya sebagian kecil dari larangan-larangan umat muslim, dan masih banyak sekali larangan yang harus dijauhi oleh umat muslim, tentu penulis disini bukanlah manusia sempurna yang mampu menghindari semua larangan yang dituliskan tersebut, penulis hanya berusaha agar paling tidak minimal kita mengetahuinya dan berusaha meninggalkan jalan-jalan keburukan-keburukan yang dapat menghantarkan kita menuju Siksa Kubur dan Neraka.Inilah tujuan artikel atau tulisan ini, karena sungguh penulis menganggap hal-hal diatas sangat urgent, seperti pentingnya beribadah mengikuti sunnah Rosulullah Sholallahualaihiwassalam, karena beliau bersabda dalam hadist Muslim: “Barang siapa yang mengerjakan ibadah diluar dari perkara yang kami ajarkan maka Akan tertolak”.

Karena penulis meyakini kita semua mayoritas bukan ahli ibadah, lalu ibadah yang sedikit ini ternyata tidak diterima karena tidak sesuai tuntunan, lalu apa yang menjadi pelindung kita kelak???? Bukankah kita beribadah untuk kita nikmati amal pahalanya nanti? Oleh karenanya hanya sedikit saran dari penulis maka kerjakanlah amalan yang memang benar-benar Allah dan Rosulnya Perintahkan atau jelas Dalilnya.

Lalu bagaimana kita memahami hadist? Memang kita sanggup belajar langsung dari alquran dan rosul? Maka Ikutilah ulama yang berpegang pada hadist…lalu bagaimana kalau ulama banyak perbedaaan? Kembali pada rumus awal ikutilah pendapat ulama yang pendapatnya mendekati sunnah rosul dan tidak bertentangan dengan alquran, tapi semuanya tidak ada yang bertentangan??? Masukan pada rumus rosullulah mengatakan sebaik baik generasi adalah generasiku, setelahku dan setelahnya. Maka pastikan hadist atau pendapat atau ijma ulama tersebut sejalan dengan 3 generasi itu. Karena setiap ulama besar bahkan semua Imam yang kita kenal imam 4 mahzab pun selalu menegaskan dalam kitabnya jika ada pendapat ku yang tidak sesuai dengan sunnah rosul maka buanglah pendapatku.

Apakah setiap amalan yang tidak dicontohkan rosul atau 3 generasi tersebut bid’ah atau sesat?? Jangan buru buru atau terjebak menghukumi bid’ah wahai saudaraku, selagi masih ada dalil meskipun itu lemah maka bisa jadi itu bukanlah termasuk bid’ah. Akan tetapi cukupkanlah kita melakukan amalan yang benar-benar shahih dari rosul dan sahabat saja tanpa mencela atau mengusik orang lain, semua muslim yang bersahadat kita bersaudara dan berhak atas surganya Allah. Jangan fanatik pada ustad tertentu yang mengaggap paling benar, karena Anas Bin Malik Sahabat Nabi yang mulia pun mengatakan :

 “Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, ambillah ; dan bila tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tinggalkanlah”.

 “Siapa pun perkataannya bisa ditolak dan bisa diterima, kecuali hanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri”.

Kemudian pada kesimpulan yang kedua tentang pentingnya kita meninggalkan yang dilarang oleh Allah Subhanahuwata’la, karena sungguh setiap perbuatan kita sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawaban, terlebih lagi dosa yang kita kerjakan.

Apa korelasi antara larangan yang dibahas diatas dengan ibadah?? Jawabannya adalah Karena Allah menegaskan tidak akan menerima ibadah seseorang hamba yang masih memakan harta haram, masih berbuat maksiat dan dosa kecuali dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh, mungkinkah kita akan bertaubat tanpa mengetahui ilmu dan hidayah dari Allah Subhanahuwata’la? Dan sangat sulit seorang melakukan ibadah menemukan nikmatnya ibadah jika masih mengerjakan Dosa. Oleh karenanya penting untuk kita bertaubat dan meninggalkan apa apa yang dilarangNya.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” [Al-Baqoroh: 208]

Ingat seringan ringan siksa kubur adalah “seseorang yang disiksa dan aumannya terdengar oleh hewan didunia, yakni manusia yang ketika ber instinja, (buang air kecil tidak bebasuh) dan seseorang yang ketika didunia melakukan ghibah (menggunjing orang lain)

Dan seringan-ringan nya siksa neraka adalah “Seorang yang diletakan kerikil ditelapak kakinya lalu meleleh lah otak dikepalanya” karena begitu dahsyatnya panas api neraka, dalam riwayat lain seorang yang dikenakan sendal di kakinya!.

Saudaraku, Dunia ini hanya sementara, jangan pernah kita tertipu oleh dunia, Umur kita tak lama didunia ini, bagaimana ketika sakaratul maut kita belum sempat bertaubat dan amal kita terlalu sedikit???

Seorang muslim yang yakin atas keEsaan Allah Subhanahuwatala tidak menyekutukannya memang ia akan dijamin Surga, namun pernahkah anda berfikir bagaimana dahsyatnya siksa kubur wahai hamba Allah??? Pernahkan kita membayangkan berapa lama kita menahan siksa didalam kubur hingga hari kiamat datang?? Pernahkan kita berfikir dan mencari tau berapa lama dipadang mahsyar kelak?? Bagaimana khisab kita kelak??? semua tercatat dalam buku catatan amal kita jangankan perkara yang besar yang kecil pun tercatat.

Wallahu a’lam bishawab…..

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, dan bisa menambah motivasi kita semua khususnya bagi penulis. Dan semoga Allah subhanahuwata’la mengampuni dosa kita dan memberikan Hidayah kepada kita semua.

Aaminn Amiinn ya Rabbal Aaalaminn..

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

(penulis: Hamba Allah)

NAN

Twitter

Video

Selamat Ramadhan

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.